Jakarta. Dodominews.com– Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, mendorong pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Maluku Utara sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di luar ketergantungan pada sektor sumber daya alam.
Hal tersebut disampaikan Alqassam dalam PKS Legislative Report, menjelang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
“Kita tidak boleh hanya menggantungkan pembangunan daerah pada sumber daya alam seperti tambang. Yang lebih penting adalah membangun sumber daya manusia, terutama generasi muda, agar ide dan kreativitas mereka bisa menjadi kekuatan baru bagi daerah,” ujar Alqassam.
Ia menegaskan, pengembangan sektor ekonomi kreatif merupakan kunci bagi Maluku Utara untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, karena tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas.
“Bersama mitra kerja di Komisi VII, kami berkomitmen mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Maluku Utara. Ada 17 subsektor yang bisa dikembangkan, dan kami ingin semuanya tumbuh di tanah kelahiran kita,” jelasnya.
Alqassam bahkan menyebut bahwa ekonomi kreatif adalah tambang emas baru bagi Maluku Utara — bukan dari mineral yang bisa habis, melainkan dari kreativitas manusia yang tidak pernah surut.
“Tambang emas bisa habis, tapi tambang ide dan kreativitas anak muda tidak akan pernah kering. Inilah tambang masa depan yang harus kita gali bersama,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi memperkuat pembinaan, akses pembiayaan, serta perluasan pasar bagi pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.(red).

