Wayamiga, Dodominews.com- Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai kegiatan buka puasa bersama lintas iman yang berlangsung di depan Masjid Jami Riyadhusshalihin, Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini mempertemukan umat Muslim, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Wayamiga, serta umat Gereja Katolik Wayamiga dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.
Acara ini diinisiasi oleh Remaja Masjid bekerja sama dengan Jemaat GPM Wayamiga. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari realisasi keputusan Persidangan Jemaat ke-18 Jemaat GPM Wayamiga pada Bidang Pengembangan Oikumene Semesta, khususnya Sub Bidang Pengembangan Kerjasama Antar Gereja dan Denominasi, dengan Kegiatan Takjil Kasih. Momentum buka puasa bersama ini menjadi simbol indahnya toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan antarumat beragama di Desa Wayamiga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bacan Timur, Kepala Desa Wayamiga, Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Bacan, pimpinan Jemaat GPM Wayamiga, serta unsur TNI dari Yon TP 867 Satria Manggasa, yakni Danyon dan Danton.

Dalam sambutannya, Camat Bacan Timur menekankan pentingnya menjaga silaturahmi lintas agama secara berkelanjutan. Ia berharap kebersamaan yang terjalin tidak hanya terjadi pada momen buka puasa, tetapi terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, Ustaz Ansar dalam sambutannya mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk saling mengenal dan membangun hubungan yang baik satu sama lain. Ia berharap kerukunan yang selama ini terjaga di Desa Wayamiga terus dirawat sebagai kekuatan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Bacan, Pdt. Albert Kofit, juga menyampaikan pesan penuh persaudaraan. Ia mengatakan bahwa umat Kristen di Wayamiga senantiasa mendoakan agar umat Muslim diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat silaturahmi sebagai fondasi kehidupan bersama.
Pada tausiah yang disampaikan oleh Da’i dari Kecamatan Bacan Timur, masyarakat diingatkan agar tidak melihat perbedaan latar belakang agama dalam menjalin hubungan sosial. Persahabatan dan kepedulian terhadap sesama harus tetap dijaga dengan siapa pun, karena nilai kemanusiaan berada di atas segala perbedaan.
Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama duduk bersama, berbagi hidangan berbuka, dan mempererat hubungan persaudaraan.
Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Desa Wayamiga bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, rukun, dan penuh toleransi. (Redaksi).

