Wayamiga.Dodominews.com Dalam keheningan rumah tangga yang sering luput dari sorotan, dalam ibadah minggu 12/4/2026 Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Wayamiga kembali mengingatkan bahwa justru dari sanalah denyut misi Allah mulai bergaung. Berpijak pada bacaan Kisah Para Rasul18:1-8, ibadah yang dipimpin Pdt. Eklesya Taihuttu Mairuhu mengangkat tema yang sederhana namun sarat makna: “Gereja Rumah Tangga Menjadi Basis Misi.”
Rumah, yang kerap dipahami sekadar tempat pulang, dalam terang firman berubah menjadi ruang kudus tempat kasih ditanam, iman disemai, dan harapan dipelihara. Di sanalah eklesia domestikamenemukan wujudnya: bukan dalam kemegahan, melainkan dalam kebersamaan yang tulus antara orang tua dan anak, dalam nasihat yang lembut, serta dalam doa yang mengalir tanpa henti.
Pdt. Eklesya menuturkan, misi Kerajaan Allah tidak selalu berangkat dari mimbar tinggi atau langkah jauh ke negeri asing. Ia lahir dari meja makan keluarga, dari percakapan sederhana sebelum tidur, dari pelukan yang menguatkan di tengah pergumulan. “Setiap momen dalam keluarga adalah ladang pelayanan,” ungkapnya, seolah mengajak jemaat melihat kembali makna terdalam dari kehidupan sehari-hari.
Dalam rumah tangga yang berakar kuat secara spiritual, badai kehidupan tidak lagi menakutkan. Anak-anak belajar berdiri teguh, orang tua belajar setia, dan bersama-sama mereka menjadi saksi hidup akan kasih Kristus. Keluarga pun menjelma menjadi etalase iman tempat di mana dunia dapat melihat, walau dari kejauhan, bagaimana terang itu bersinar dalam hal-hal yang sederhana.
Melalui perenungan ini, Jemaat Wayamiga diajak untuk tidak menunggu kesempatan besar untuk bermisi. Sebab, di balik pintu rumah yang terbuka dengan kasih, misi itu telah dimulai diam-diam, namun pasti memuliakan nama Kristus dari generasi ke generasi.(redaksi)

