Wayamiga. Dodominews.com – Dalam Ibadah Minggu Sengsara ke-3 menyongsong Hari Paskah, minggu 1 Maret 2026, Pdt. Eklesya, mengajak seluruh jemaat untuk tetap berpegang teguh pada kasih setia Tuhan di tengah pergumulan hidup. Pesan khotbah yang diambil dari bacaan Ratapan 3:19–33 menegaskan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari harapan, melainkan ruang bagi umat untuk melihat kesetiaan Tuhan yang tidak pernah habis.
Dalam khotbahnya, Pendeta menekankan tiga pokok perenungan. Pertama, jemaat diajak untuk mengingat kasih setia Tuhan yang selalu baru setiap pagi, meskipun manusia berada dalam situasi sulit. Mengingat karya Tuhan di masa lalu menjadi kekuatan iman untuk melangkah ke depan.
Kedua, jemaat diingatkan untuk tetap berharap kepada Tuhan dalam setiap penderitaan . Harapan kristiani bukanlah sikap pasif, melainkan keyakinan bahwa Tuhan bekerja di balik setiap pergumulan dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Ketiga, Pendeta mengajak jemaat untuk tetap kuat dan sabar menantikan jawaban Tuhan . Proses menunggu dipahami sebagai bagian dari pembentukan iman, di mana Tuhan sedang mengajar umat untuk percaya sepenuhnya pada waktu dan kehendak-Nya.
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh perenungan, sejalan dengan makna Minggu Sengsara sebagai masa refleksi menjelang Paskah. Jemaat tampak mengikuti ibadah dengan sungguh-sungguh, memandang penderita Kristus sebagai sumber pengharapan dan keselamatan.
Melalui pesan khotbah ini, jemaat diharapkan semakin dikuatkan untuk menjalani kehidupan dengan iman yang teguh, pengharapan yang hidup, serta kesabaran dalam menantikan pertolongan Tuhan.( redaksi )

