HALMAHERA UTARA – Komitmen mencetak sumber daya manusia kehutanan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja terus diperkuat oleh Program Studi Kehutanan Universitas Hein Namotemo (UNHENA). Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pelaksanaan Praktik Umum Lapangan (PUL) atau magang mahasiswa di Persemaian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Akemalamo.
Kegiatan ini ditandai dengan pengantaran sekaligus penyerahan mahasiswa secara langsung oleh Ketua Program Studi Kehutanan UNHENA, Edom Bayau, S.Hut., M.Si., pada Senin (12/10/2026). Kehadiran mahasiswa tersebut disambut dan diterima langsung oleh Kepala Seksi PSKL Hutan dan Lahan bersama Manajer Persemaian BPDAS Akemalamo. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi teknis kehutanan, sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas pengelolaan persemaian.
Pelaksanaan Praktik Umum Lapangan tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam menjembatani pengetahuan teoritis yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan dinamika dan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan, serta tanggung jawab profesional sebagai calon tenaga ahli di bidang kehutanan.
Selama menjalani praktik, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman langsung mengenai berbagai tahapan pengelolaan persemaian, mulai dari penyiapan media tanam, penanganan benih, proses pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga penerapan standar pengelolaan bibit berkualitas yang berperan penting dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya hutan tidak hanya bergantung pada penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan secara tepat di lapangan.
Ketua Program Studi Kehutanan UNHENA, Edom Bayau, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman merupakan salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi kehutanan, terutama untuk mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan pengelolaan sumber daya alam.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa Kehutanan UNHENA tidak hanya memahami ilmu kehutanan melalui ruang-ruang perkuliahan, tetapi juga mampu melihat, mempelajari, dan terlibat secara langsung dalam praktik pengelolaan sumber daya hutan. Praktik Umum Lapangan ini merupakan bagian dari upaya kami membangun kompetensi mahasiswa agar memiliki keterampilan teknis, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja,” ujar Edom Bayau.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan kerja profesional memiliki nilai strategis dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan kehutanan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep pengelolaan hutan secara akademis, tetapi juga harus mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kondisi nyata, termasuk memahami pentingnya penyediaan bibit berkualitas dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi hutan, pemulihan lahan kritis, dan pelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Edom Bayau menilai bahwa keterlibatan BPDAS Akemalamo sebagai mitra pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan instansi teknis kehutanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama masa pendidikan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan instansi teknis kehutanan menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam membangun pendidikan yang relevan dan berkualitas. Kami memandang BPDAS Akemalamo sebagai mitra strategis dalam memberikan ruang pembelajaran nyata kepada mahasiswa. Melalui pengalaman ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami bahwa ilmu kehutanan bukan hanya tentang penguasaan konsep, tetapi juga tentang kemampuan bekerja, memecahkan masalah, dan memberikan kontribusi terhadap kelestarian sumber daya alam,” jelasnya.
Edom Bayau juga menyampaikan apresiasi kepada pihak BPDAS Akemalamo, atas sambutan serta kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Kehutanan UNHENA untuk melaksanakan Praktik Umum Lapangan. Ia berharap hubungan baik yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan kerja sama kelembagaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kehutanan.

